BUDAYA SEBAGAI SARANA UNTUK MERUBAH PERADABAN
Budaya asing yang masuk ke Indonesia membawa dampak
yang sangat besar dalam kehidupan generasi muda saat ini.Tidak semua budaya
asing membawa dampak positif bagi generasi muda saat ini,untuk itu kita sebagai
generasi muda harus dapat memilah-milah budaya asing yang masuk ke
indonesia.Dalam menyikapi kebudayaan yang masuk kita harus berupaya
menanggulanginya agar jati diri kita sebagai anak bangsa tidak rusak.
Banyaknya tindak kejahatan yang terjadi saat ini
juga tidak lepas dari budaya asing yang masuk, tindak kriminal,
narkoba,tawuran, pemerkosaan, pergaulan bebas terjadi karena generasi muda kita
meniru kebudayaan asing yang menurut mereka sudah tidak tabu lagi untuk
diikuti. Inilah fenomena yang terjadi pada generasi muda kita saat ini akibat
tidak bisa memilah budaya asing yang masuk. Dalam hal ini kita harus pintar
untuk menjaga pergaulan dan jangan begitu saja menerima budaya asing yang masuk
agar generasi muda Indonesia tidak hancur dan kita semua dapat membangun
Indonesia menjadi negara yang Maju tanpa pengaruh budaya asing. Dari cara
berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang
cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang
memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara
berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak
ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih
suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak
remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan
sesuai dengan kepribadian bangsa. Bukan hanya dari segi pakaian pergaulan
remaja Indonesia juga saat ini sangat bertolak dengan norma/adat ketimuran yang
sangat menjunjung tinggi kebersamaan, remaja Indonesia saat ini cenderung hanya
memikirkan kepuasaan sesaat tanpa memikirkan dampak untuk dirinya sendiri dan
juga untuk bangsa Indonesia, sekarang banyak kasus siswa SMA dan SMP yang
dikeluarkan dari sekolah karena telah
berbadan dua ini sangat disayangkan sekali karena dimana mereka-merekalah yang
diharapkan dapat memajukan bangsa ini kelak dan setiap tahun pasti akan ada
siswa yang dikeluarkan akibat kasus seperti ini setidaknya 1 atau 2 siswa pertahunnya. Ini tentu sangat amat
disayangkan dan seharusnya pemerintah harus bertindak cepat dalam mengatasi
masalah ini. Dan menanamkan norma-norma kesusilaan dan agama sejak dini kepada
remaja Indonesia agar mereka mempunyai rasa kesadaran yang tinggi dan selalu
menjunjung tinggi adat/budaya ketimuran yang sangat bertolak belakang dengan
budaya barat yang sudah sangat merajalela dikalangan remaja Indonesia saat ini.
Dan Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa
batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah
menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu
kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat
kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak
semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja,
ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat
menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan
handphone. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak
kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap
lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga
mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh realnya adanya geng motor anak muda
yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan
masyarakat. Ini sangat amat disayangkan dimana seharusnya remaja-remaja ini
akur dan sangat menjunjung tinggi rasa persaudaraan antara satu dan yang lain
tetapi dengan masuknya budaya barat ini menggubah cara berpikir remaja
Indonesia. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau jadi apa genersi muda
negeri ini? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara
golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena
tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap
masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa
akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme? Bangsa Indonesia
akan hancur karena tidak adanya kesadaran dari para penerus-penerus bangsa yang
sudah tidak memiliki pemikiran ketimuran yang seperti para pendahulu kita anut.
Dan pemerintah harus sigap untuk mengurangi dampak budaya barat ini dengan
mengadakan seminar/penyuluhan kepada remaja-remaja Indonesia supaya pemikiran
mereka kembali terbuka dan mereka meninggalkan kelakuan-kelakuan yang
menyimpang dari adat ketimuran. Ada juga sisi negatif lainnya yang menimbulkan
banyak perubahan dalam citra diri bangsa Indonesia yaitu Cara berpakaian yang
telah sebagian meniru budaya barat Sebagai contoh warga Indonesia sendiri
banyak yang menyalah gunakan produk industri, misalnya thank top yang diluar
negeri digunakan pada musim panas, akan tetapi di Indonesia malah digunakan
untuk bergaya di depan umum. Ini yang menimbulkan banyak kontroversi di
kalangan masyarakat, apalagi masyarakat yang muslim yang mewajibkan seorang
perempuan untuk berjilbab. Budaya barat ini sangat bertentangan dengan adat
istiadat, norma, dan ilmu agama. Yang lebih parah lagi tentang aktifitas malam
yang sering dilakukan orang-orang berbudaya barat, mereka lebih sering berada
di cafe-cafe pinggir jalan yang biasa disebut cafe remang-remang ataupun berada
di club-club yang di gunakan untuk klabing dan hanya untuk kesenangan sesaat
saja seperti mabuk-mabukan, berjudi, dan main perempuan ini yang menimbulkan
perubahan yang sangat merugikan bangsa Indonesia yang dulunya lebih sering
menggunakan aktifitas malam untuk istirahat ataupun melaksanakan suatu kegiatan
seperti pengajian ataupun berkumpul dengan keluarga. Selain itu kebiasaan orang
barat yang glamour dengan mengadakan pesta-pesta yang sebenarnya menurut
kepribadian bangsa Indonesia kegiatan pesta hanya semata-mata membuang biaya
saja, lebih baik kita merayakan suatu acara atau kegiatan dengan syukuran
semata-mata untuk mensyukuri sesuatau yang diberikan oleh Allah, jangan dengan
mengadakan pesta yang glamour yang hanya menimbulkan banyak kerugian, biasanya
juga saat pesta ada kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai agama seperti
mabuk-mabukan dan lain-lain. Menyangkut dengan pesta yang mengikuti budaya
barat secara otomatis kegiatan pesta ini dilakukan oleh orang-orang yang
memiliki pergaulan yang tidak sesuai dengan
adat dan karakteristik bangsa Indonesia. Pergaulan yang sekarang nampak
di sekitar kita ini merupakan pergaulan yang telah terkontaminasi dengan budaya
barat, banyak di kalangan anak remaja yang telah mengenal seks bebas ataupun
narkoba dan obat-obatan terlarang itulah salah satu contoh pengaruh budaya
barat yang merusak penerus-penerus bangsa indonesia. Adapun dalam lingkungan
bermasyarakat kebiasaan orang barat yang telah merubah kesadaran masyarakat
Indonesia yang terkenal dengan kesopanan dan keakraban apabila bertemu dengan
orang lain walaupun kita belum mengenalnya dan juga mengaplikasikan secara baik
bahwa kita adlah makhluk sosial yang saling membutuhkan, namun di era
modernisasi ini orang-orang semakin jarang melakukannya banyak diantara mereka
yang justru cuek dan selalu menunjukkan bahwa seolah-olah orang itu hidup
sendirian (individualis), padahal kita tahu sikap dan gaya individualis adalah
gaya orang-orang Barat, dan tidak sesuai dengan budaya negara kita.
Generasi muda termasuk mahasiswa di dalamnya, baik
disadari atau tidak memegang amanah dalam menjaga kelestarian keanekaragaman
budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia
tersebut banyak cara yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan
batasan-batasan yang ada. Jangan sampai di saat budaya kita diambil bangsa
lain, baru kita menyadari betapa bagusnya nilai-nilai yang terkandung dalam
budaya kita itu sendiri. Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin lama
semakin canggih serta perdagangan bebas yang telah terjadi di dunia khususnya Indonesia
telah meracuni bangsa Indonesia terhadap moral akhlak dan tatakrama pergaulan
anak remaja, adat budaya Indonesia yang dulu katanya Indonesia kaya akan
budayanya kini terhapus semua oleh yang namanya kemajuan zaman, salah satu
contohnya yang telah kita tahu kesenian Reog Ponorogo yang berasal dari Jawa
Timur ponorogo telah di akui oleh bangsa Malaysia itu di sebabkan karena
kekurangpedulian dan pelestariannyannya kita terhadap budaya kita
Perkembangan zaman era Globalisasi sekarang ini
amatlah pesatnya sehingga membuat kita sering takjub dengan segala
penemuan-penemuan baru disegala bidang. Penemuan-penemuan baru yang lebih
banyak didominasi oleh negara-negara Barat tersebut dapat kita simak dan
saksikan melalui layar televisi, koran, Internet dan sebagainya yang sering
membuat kita geleng-geleng kepala sebagai orang Indonesia yang hanya bisa
menikmati dan memakai penemuan orang-orang Barat tersebut. Penemuan-penemuan
baru tersebut merupakan sisi positif yang dapat kita ambil dari negara-negara
Barat itu sedangkan di negara-negara Barat itu sendiri makin maju dan modern
diiringi pula dengan bebasnya mereka dalam bertindak dan berperilaku dalam
kehidupan sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaan yang membudaya.
Kebiasaan-kebiasaan orang Barat yang telah membudaya
tersebut hampir dapat kita saksikan setiap hari melalui media elektronik dan
cetak yang celakanya kebudayaan orang-orang Barat tersebut yang sifatnya
negatif dan cenderung merusak serta melanggar norma-norma ke timuran kita
sehingga ditonton dan ditiru oleh orang-orang kita terutama para remaja yang
menginginkan kebebasan seperti orang-rang Barat. Kebudayan-kebudayaan Barat
tersebut dapat kita mulai dari pakaian dan mode, musik, film sampai pada
pergaulan dengan lawan jenis. Permasalahan yang sering terjadi lainnya yakni
pemasaran blue film dalam bentuk dvd dan vcd yang menyebar luas dikalangan
remaja. Sepertinya norma agama sudah tidak lagi dihiraukan oleh segelintir
pihak. Mereka yang meraup keuntungan dari bisnis ini seakan tidak memikirkan akibat
serta dampak yang akan ditorehkan pada generasi muda yang menonton. Sekarang
ini vcd serta dvd banyak dijual dipasaran secara bebas dan mudah didapatkan.
Gaya hidup Sex Bebas dikalangan remaja sudah tidak lazim sepertinya kita
dengar, awalnya mereka melihat tontonan yang sudah sepantasnya tidak ditonton,
kemudian timbul rasa penasaran ingin mencoba, kemudian merealisasikannya kepada
pasangannya. Hal ini sudah sering terjadi, dan yang lebih parahnya sex bebas
tidak dilakukan dengan satu orang tetapi dengan beberapa orang. Hal ini dapat
meneyebabkan penyakit kelamin atau bisa mengakibatkan AIDS. Usia muda
diibaratkan seperti bunga yang baru mekar sehingga diusia ini jiwa dan pikiran
kita masih labil. Terkadang pasangan-pasangan muda yang menganut paham ini,
tidak memikirkan akibat dari hal yang mereka lakukan, mereka hanya mementingkan
nafsu mereka saja tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi pada akhirnya.
Salahsatu contoh kasus pernah terjadi disalahsatu pasangan remaja dalam satu
sekolah, mereka tadinya hanya memadu kasih biasa selayaknya orang “berpacaran
secara sehat”, tetapi si laki-laki lama-lama mulai jenuh terhadap gaya pacaran
yang menurutnya itu-itu saja, suatu hari ia berpikiran untuk melakukan hubungan
intim dengan sang kekasih, dan kekasihnyapun mengiyakan ajakan si pria.
Alih-alih cinta digunakan untuk merayu sang kekasih, awalnya sang kekasih
enggan melakukannya, karena rayuan maut sang pria, si wanita pun mengiyakan.
Didalam kasus yang dicontohkan ini, pihak wanita seakan terlihat bodoh dan mau
mengikuti saja keinginan sang kekasih hatinya. Alih-alih cinta digunakan untuk
merayu si wanita. Tadinya mereka melakukan hubungan intim sekali dan kemudian
berkali-kali lalu sampai akhirnya sang wanita hamil dan si laki-laki tidak
ingin bertanggungjawab. Contoh kasus seperti diterangkan diatas sudah banyak
terjadi di negeri kita ini, kasus MBA itu seakan mencoreng norma-norma yang
berlaku di Indonesia. Peristiwa ini sangat melanggar norma
hukum,agama,kesopanan,kesusilaan. Generasi muda seakan tidak menghiraukan lagi
norma-norma yang berlaku di Indonesia. Jika contoh kasus seperti diatas, tentu
sangat merugikan pihak perempuan, dimana kemuliaan seorang wanita sudah tidak
ada dan telah terampas oleh nafsu busuk sesaat. Jika kejadian sudah seperti
ini, pihak orang tua lah yang pada akhirnay harus menanggung malu atas
perbuatan anak-anak mereka. Para orang tua selalu berharap anak-anakanya
menjadi orang-orang yang berguna dan bisa dibanggakan dan tidak ingin anakanya
hancur karena hal yang seperti ini.
Norma agama merupakan norma yang paling prioritas
diutamakan dalam kehidupan. Agama merupakan pondasi dasar jiwa atau pondasi
utama pokok yang wajib kita tanamkan dalam diri manusia. Kerabat yang dapat
menanamkan norma tersebut hanyalah kelompok kecil terdekat yakni keluarga.
Keluraga merupakan rumah bagi anak-anaknya, keluarga merupakan tempat sandaran
yang paling nyaman dan aman bagi anak-anaknya, keluarga merupakan sarana
bertanya bagi seorang anak dan orang tua wajib menjawab serta menjelaskan
hal-hal yang ditanyakan oleh sang anak. Keluarga yakni khususnya orang tua
wajib menanamkan nilai agama bagi anak-anaknya, didalam agama sangat jelas ada
perintah yang harus dilaksanakan dan larangan yang harus dijauhi. Semua itu
dilakukan demi terciptanya kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang Orang
tua harus menanamkan norma agama secara keras dan sifatnya memaksa kepada
anak-anakanya. Karena bagaimanapun norma ini adalah norma yang paling utama,
dan hanya dengan agama serta keimananlah seseorang dapat terhindar dari
serangan marabahaya yang akan membahayakan. Hanya agama yang sanggup menepis
godaan-goadaan yang akan membahayakan hidup anak-anak mereka kelak,sehingga
agama harus ditanamkan sejak dini.
Hal kedua yang bisa orang tua antisipasi terhadap
gaya hidup bebas para remaja adalah pemahaman pendidikan mengenai gaya hidup
sex bebas. Terkadang segelintir orang tua menganggap sex edukasi tidak perlu
dijelaskan kepada anak-anaknya, sebenarnya hal itu sangat perlu untuk
dijelaskan kepada anak-anaknya, tentunya pendidikan ini diberikan jika si anak
sudah cukup umur untuk memahaminya, yakni sekitar usia 13/15 tahun, atau dimana
anak sudah akil baligh. Orang tua memang tidak secara gamblang menjelaskan
mengenai apa itu sex? Tapi minimal si anak mengetahui bagaimana bahaya jika
anak-anak kita bisa sampai melakukan perbuatan itu. Dalam memberikan sex
edukasi pasti anak-anak akan timbul rasa penasaran, karena menurut mereka hali
itu merupakan sesuatu yang baru. Caranya para orangtua wajib memberikan
penjelasan secara baik dan benar. Karena anak-anak sekarang lahir didalam dunia
yang kritis dan penuh dengan rasa keingintahuan yang sangat besar, sehingga
peran orang tua lah yang sangat berperan. Salah besar jika orang tua
menyerahkan seluruh pendidikan terhadap lembaga formil atau biasa kita sebut
dengan sekolah. Ada beberapa yang tidak bisa anak-anak dapatkan dalam bangku
sekolah. Sehingga pendidikan prilaku pembentukan terhadap anak bisa dimulai
dari didikan yang diajarkan oleh orang tua mereka. Saat ini banyak orang tua yang
tidak bisa terbuka terhadap anak-anaknya, lingkungan keluarga lebih kepada
iklim otoriter, dimana orang tua bersikap aktif dan si anak bersikap pasif.
Sehingga suasana seperti ini yang ada adalam keluarga dapat menimbulkan miss
komunikasi terhadap kedua belah pihak. Sehingga dalam setiap pengambilan
keputusan terdapat diditangan orang tua dan anak tidak boleh menyampaikan
aspirasi yang ingin mereka tuangkan sedikitpun. Hal ini juga tidak sehat jika
terjadi dalam sebuah keluarga, hal ini akan mengakibatkan anak-anak tidak akan
terbuka dengan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka lakukan. Dimana
orang tua tidak ingin mengenal pertumbuhan si anak dan hanya sibuk mencari uang
saja tanpa memikirkan anak-anak mereka. Konflik sosial ini dapat menimbulkan
suatu “ketertutupan”anak-anak usia remaja pada apa yang mereka lakukan di luar
sana. Mereka berpikir bahwa orang tua mereka tidak memepdulikan mereka lagi.
Sehingga faktor keterbukaan terhadap anak-anak sangat penting, anak-anak bisa
bercerita apa saja kepada orang tuanya dan anak-anak bebas menyampaikan
aspirasi mereka kepada orang tua. Begitupun orang tua harus bisa menjadi wadah
aspirasi serta “teman curhat paling utama” bagi anak-anaknya. Para orang tua
juga wajib mengenal teman-teman anak mereka, karena usia remaja merupakan usia
dimana kita nyaman bergaul dengan siapa saja dan semangat mencari teman baru.
Teman bagi kehidupan remaja merupakan faktor utama dalam arah kelangsungan
kehidupannya. Seperti kita lihat di televisi, banyak anak remaja terjerat
narkotika karena teman dekatnya. Misalnya selebritis, Shila Marcia baru baru
ini, artis kelahiran bali ini terjerembab lubang narkoba karena ajakan
teman-temannya. Ditambah lagi dara kelahiran tahun 1989 ini kurang diperhatikan
oleh orangtua serta tidak ada pengawasan dari orangtuanya, membuat dara manis
ini mudah sekali masuk ke dunia narkotika ini. Ada istilah dalam pertemanan
“jangan suka memilih-milih teman”, kalimat itu salah jika di realisasikan pada
saat ini. Dalam bersosialisasi kita harus pandai memilih teman, bagaimana kita
menyaring teman yang membawa dampak baik dan mana teman yang dapat membawa
dampak buruk bagi kehidupan kita kelak. Dunia luar adalah dunia kedua setelah
keluarga, sehingga lingkungan sosial harus tetap beriklim positif dalam artian
orang-orang yang ada dalam sekitar kita harus orang-orang yang “tidak membawa
kita kedalam kesesatan”. Misalnya seperti banyak terjadi, awalnya oleh teman
kita diperkenalkan dengan roko, lalu meningkat menjadi minuman keras,
diperkenalkan lagi ganja, lalu shabu dan seterusnya. Jika kita tidak dibentengi
oleh keimanan, pasti kita dengan mudah terbawa arus. Sehingga disini sangat
diperlukan keimanan dan kontrol diri yang penting. Banyak kasus yang sering
kita saksikan di televisi bahwa angka penggunaan narkotika dikalangan remaja
cukup meningkat. Disini peran orang tua sangat amat dibutuhkan, selain
mengawasi anak-anak dan dengan siapa dia bergaul, tetapi sesekali orang tua
harus turun langsung mengawasi anak-anaknya agar jangan sampai anak-anaknya
bisa salah gaul. Sedangkan bagi para orang tua yang terlanjur anak-anaknya
sudah terjerembab kedalam dunia narkotika sebaiknya jangan dijadikan suatu aib,
tetapi jadikanlah setiap kesalahan menjadi suatu pembelajaran hidup yang
berharga. Jika sudah seperti ini, orang tua wajib mengintrospeksi diri, pasti
ada sesuatu yang kurang atau belum total yang ia berikan kepada anaknya yakni
kasih sayang serta perhatian.
Hal yang ketiga yakni pendidikan formal atau
sekolah, dalam mengantisipasi budaya-budaya asing yang masuk. Sekolah sebagai
lembaga pendidikan wajib mengajarkan pengetahuan yang bersifat teori dan
praktek, serta mendidik anak-anak agar menjadi anak-anak yang disiplin dan
berakhlah baik. Seperti kita lihat di televisi ada beberapa sekolah yang justru
mengajarkan tindak asusila kepada muridnya. Seperti kasus guru yang mencabuli
muridnya atau guru yang melakukan tindakan pelecehan kepada murid-muridnya.
Sepertinya norma-norma yang ia ajarkan dan ia kumandangkan kepada
murid-muridnya hanya isapan jempol belaka. Apa yang ia ajarkan tidak sesuai
dengan prilakunya. Dalam contoh kasus seperti ini sudah jelas sangat melanggar
norma-norma yang ada di Indonesia, selain norma agama juga melanggar norma
asusila.
Sekolah dan anggota-anggota didalamnya seperti guru
harus menjadi tokoh pendidik dan panutan yang baik bagi anak muridnya. Guru
harus bisa mendidik dan mengawasi tingkah laku anak di luar. Sejak duduk
dibangku sekolah dasar, kita sudah diperkenalkan oleh guru-guru kita dengan
norma agama, norma kesopanan,norma kesusilaan, serta norma hukum. Di sekolah
dasar mungkin kita dididik dengan cara-cara memupuk kedisiplinan dari mulai hal
yang kecil. Seperti ucapkan salam sebelum belajar dan tidak lupa berdoa, lalu
hukuman jika tidak mengerjakan PR (pekerjaan rumah), dan sebagainya. Tetapi
perkenalan norma-norma itu telah bergeser seiring dengan kemajuan teknologi
yang berkembang. Sehingga anak-anak harus diawas dan diberikan sanksi lebih
keras.
Sekarang ini banyak video porno yang memasuki
wilayah handphone atau telepon genggam. Saat ini usia dini apalagi usia remaja
menggunakan tekhnologi ini. Sehingga para guru di sekolah harus lebih waspada
dalam mengawasi anak muridnya. Sehingga seminggu 3x harus ada razia mendadak
disekolah, yakni dilarang keras membawa hp ke sekolah apalagi didalam hp tersebut ada gambar atau video yang
senonoh.
Setiap sekolah sekarang rata-rata memberlakukan
peraturan ini, barang siapa murid yang membawa ponsel kesekolah akan
mendapatkan hukuman dan jika sudah berkali-kali akan ada surat peringatan. Disini
pihak sekolah cukup kritis dalam mendidik anak-anaknya, mereka mengawasi
ponsel-ponsel yang didalamnya ada gambar serta video yang tidak pantas. Jika
ketahuan ada anak yang menyimpan video serta gambar porno sekolah tidak
segan-segan memberikan hukuman serta sanksi yang cukup berat bagi yang
melanggar peraturan yang ia tetapkan tersebut. Para siswa sepertinya paham dan
patuh dengan peraturan yang ditetapkan oleh sekolah ini. Cara ini cukup ampuh
dalam menanamkan kedisiplinan dalam diri anak-anak. Terbukti anak-anak sekolah
jarang membawa ponselnya ke sekolah apalagi disaat jam belajar sedang
berlangsung. Hal ini merupakan salahsatu cara sekolah dalam memfilter budaya
asing yang mudah masuk saat ini. Sekolah merupakan pusat pendidikan bagi
anak-anak untuk belajar. Pengajaran terhadap anak-anak tidak hanya bersifat
akademis saja tetapi ada beberapa pelajaran nonakademis yang harus diterapkan
juga kepada anak-anak. Arahkan anak-anak kepada sesuatu kegemarannya, tentunya
kegemaran atau kesenangan yang berifat positif seperti olahraga dan seni.
Olahraga dan seni dapat membuat anak-anak menjadi lebih kreatif dan
mengembangkan diri dengan baik.
Keluarga, sekolah dan lingkunga sosial adalah
merupakan tiga elemen penting yang dekat dengan sosok anak. Sehingga ada keterkaitan
diantara ketiganya. Orangtua harus bisa mengambil porsi lebih banyak diantara
porsi yang lainnya. Sekolah juga tidak kalah penting, lembaga ini harus menjadi
panutan pusat pendidikan bagi si anak serta lingkungan sosial juga yang
mengarahkan anak agar bisa mengikuti arus yang lebih baik.
Seperti telah kita bahas bahwa agama merupakan
pondasi utama dalam diri yang bisa mengontrol diri kita kepada hawa napsu yang
akan mengganggu kita kedalam jurang kenistaan. Agama sangat penting bagi
kelangsungan umatnya. Apabila sesorang sudah terbawa kedalam kesesatan,
agamalah yang menjadi penolong umatnya agar berubah kembali menjadi lebih baik.
Generasi muda yang pintar pasti bisa memilih mana
sesuatu yang baik bagi dirinya mana yang tidak baik bagi dirinya. Terlihat
didalam lingkungan sosialnya, keika ia terjun didalam lingkungan sosialnya ia
menjadi individu yang bebas dan hanya dia yang bisa memilih ia ingin bergaul
dengan siapa. Pribadi yang supel akan bisa membawa dirinya kepada siapa saja
tetapi perlu diingat menyeleksi teman itu harus, karena pengaruh negatif dari
pihak asing bisa datang dari siapa saja, baik dari teman, tekhnologi canggih
ataupun apa saja . Sehingga kita sebagai orang timur wajib menjunjung tinggi
norma dan adat ketimuran kita.
interesting. karena memang budaya mampu membentuk fenomena baru di kalangan masyarakat..
BalasHapus